Pages

Monday, October 22, 2012

TKI Ponorogo Tewas Tertimpa Bangunan di Malaysia

PONOROGO- Niat tulus Totok Muhammad Antoni (30) warga Desa Morosari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo untuk mencari nafkah di negeri orang untuk kebutuhan anak dan istrinya pupus di tengah jalan. Pasalnya, bapak 1 anak ini tewas setelah bangunan bungalow berlantai 2 yang dikerjakan bersama 8 rekan kerjanya runtuh menimpa korban dan rekan-rekannya itu. Nyawa korban tak terselamatkan karena korban mengalami luka serius di bagian kepala dan tulang punggungnya. Saat kejadian korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan 8 rekan kerjanya hanya mengalami luka berat dan ringan dan hingga kini masih dirawat di salah satu rumah sakit di daerah Selangor, Malaysia. Awalnya, korban yang akrab dipanggil Totok ini bekerja membangun bungalow berlantai 2 di daerah Shah Alam, Selangor, Malaysia bersama 8 rekannya, Kamis (18/10/2012). Namun, tanpa sebab yang jelas saat mengerjakan bangunan ini, tiba-tiba bangunan lantai 2 ambruk dan menimpa para pekerja dan korban. Rekan-rekan korban terselamatkan, namun korban sudah meninggal di lokasi kejadian karena kepala dan tulang punggungnya tertimpa reruntuhan bangunan. Totok yang dikenal pendiam dan rama, serta selalu bekerja sebagai kuli bangunan di Malaysia sejak beberapa tahun terakhir ini, tak mampu meneruskan cita-cita dan keinginan anak dan istrinya membangun keluarga sejahtera. Bahkan kedatangan jenazah korban ke rumah duka disambut isak tangis keluarga besarnya termasuk istri korban Ratih (26) yang terus menangis histeris melihat suaminya tak bernyawa dan ketika peti jenazah korban dibuka. Salah seorang tetangga korban, Siti Maimunah (30) yang malam itu melayat ke rumah duka mengatakan jika selama ini korban dikenal sebagai lelaki yang ramah. Selain itu, saat berangkat ke Malaysia dalam keadaan sehat. Namun, kini hanya tinggal nama dan menggantungkan cita-cita istri dan anaknya yang belum tergapai. "Kami sanak saudara dan tetangga sangat berduka dan merasa kehilangan korban. Karena selain ramah juga baik terhadap siapa pun. Apalagi, kematiannya cukup tragis karena tertimpa reruntuhan bangunan," terangnya kepada Surya (tribunews group), Minggu (21/10) malam. Sedangkan rekan korban, Supardi (40) yang ikut mengantarkan jenazah dari Malaysia sampai ke rumah duka dan sekaligus teman korban bekerja di Malaysia. "Kejadiannya Kamis (18/10) siang, pukul 11.00 waktu Malaysia. Korban mengalami luka serius dan saat dievakuasi sudah tak bernyawa sedangkan 8 teman-teman kami lainnya masih dirawat di rumah sakit Kuala Lumpur karena juga mengalami luka parah," ungkapnya. Sementara, kini korban meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih berusia tiga tahun.

Sumber : tribunews

No comments:

Post a Comment